Program Keluarga Harapan | Testimonial | Program Keluarga Harapan

Testimonial

Bahasa |  English  

Share |

PKH MERGANGSAN MY SPIRIT

Ditulis Oleh Admin

Oleh : Elisabeth Paramita R.P Pendamping Mergangsan Kota Yogyakarta  


Saya Kerja Di Pasar Kembang Lho ;-)

Ditulis Oleh 

Pasar Kembang atau orang biasa menyebut Sarkem, suatu kawasan di jantung Kota Yogyakarta yang penuh fenomena dan pasti akan mengelitik siapa saja yang mendengar kawasan tersebut. PasarKembang, berada di wilayah Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, di pusat perekonomian Kota Yogyakarta. Sejak kecil saya sering melewati kawasan Kecamatan Gedongtengen, terutama Pasar Kembang, karena secara geografis daerah tempat tinggal saya dari kecil sampai menyelesaikan status sebagai single women adalah bertetangga dengan Kecamatan Gedongtengen, apalagi hampir setiap hari saya melalui jalan di kawasan Pasar Kembang ini.


Kugadaikan BPKB motorku

Ditulis Oleh Tessar

Kugadaikan BPKB Motorku untuk menolong nyawa anak RTSMku

RTSM peserta PKH memang sosok yang perlu dilindungi. Mereka serba minimalis, dipandang dari segi ekonomi, pendidikan maupun sosial. Berikut adalah kisah nyata Pendamping di tahun pertama mendampingi peserta PKH, sekitar bulan Oktober 2009.


Aku ingin menjadi tukang pijat tunanetra

Ditulis Oleh 

Jika anda berkunjung ke daerah Karang asem, dan melewati jalan paliyan giring, maka anda akan menemui plakat PIJAT TUNA NETRA MIYANTO. Plakat ini di buat dengan tulisan tangan, warna merah dengan latar putih. Ya Minyato Muyasaroh adalah salah satu anak peserta PKH yang membuat saya sangat berkesan, tinggal di rumah ukuran 6 x 5 meter dengan dinding gedek ( ayaman bambu) yang di buatkan oleh warga sekitar, tinggal dengan neneknya yang sudah tua.. hal itu semua yang membuat dia masuk dalam kategori peserta program keluarga harapan.


"Bu saya senang tp sedih"

Ditulis Oleh Tessar

Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur lebaran. Kuniatkan untuk mengunjungi SD Muh Tlogolelo untuk mendapat kepastian status 2 (dua) siswa kakak beradik yang kabarnya DO karena selain ABK juga kerap sekali bolos sekolah. Sebelum ke sekolah kusempatkan mampir ke rumah dua siswa kakak beradik yang kebetulan rumahnya hanya beberapa meter dari sekolah, tapi ternyata kosong, pintu rapat tergembok. Perjalanan kulanjutkan ke sekolah. Singkat cerita, sepulang dari sekolah kusempatkan mampir ke rumah bu Je, ketua kelompok yang kerap berkomunikasi denganku perihal kedua anak DO tadi lantaran kedua orang tuanya sulit diajak berkomunikasi.


DALAM BINAR HARAPAN

Ditulis Oleh Tessar

Semasa duduk di bangku sekolah, Ance, begitu ia kerap disapa, seringkali memenangkan lomba dalam membaca cerpen dan puisi untuk tingkat SD, SMP dan SMA. Merupakan kebanggaan tersendiri baginya bila dapat mengharumkan nama sekolah dan orang tua.Menjadi pendamping PKH saat ini merupakan pengalaman hidup yang sangat berkesan. Menurutnya, menjadi Pendamping PKH adalah tugas besar yang membutuhkan perjuangan, tekad dan kesungguhan dalam membangun mentalitas bangsa agar lebih maju ke depannya.


NGGAH-NGGIH MBOTEN KEPANGGIH

Ditulis Oleh Tessar

Wedi Wutah, sebuah kampung nan indah dengan pemandangan ladang dan beberapa bukit kapur di wilayah selatan Desa Ngeposari. Dengan jumlah penduduk paling banyak di wilayah Desa Ngeposari, yakni 200 KK lebih untuk satu wilayah padukuhan. Santun dan Arif, itu kata pertama yang saya bisa utarakan untuk menggambarkan karakter penduduk padukuhan ini. Tiap kali ada pertemuan rutin atau pertemuan dadakan, semua elemen masyarakat di wilayah ini pasti ikut berkumpul, mulai dari pak dukuh, dan kader yang ada. Sungguh sebuah kebanggaan tersendiri ketika kita di hargai oleh mereka, minimal kita di sapa dan diterima dengan baik di wilayah ini.


"Anak Sekecil Itu"

Ditulis Oleh Tessar

Waktu itu, belum terlalu siang ketika aku sampai di rumah almarhum ibu Jimah (beliau meninggal belum lama ini).  Di rumah rekonstruksi itu aku disambut dengan begitu ramah oleh bapak Jimin dan ibu Jimah “Nggih matur bapak ibu, sowan kulo mriki sepindah silaturahmi” kubuka percakapan sebelum mengutarakan niat kedatanganku. Lalu aku sebentar berbasa basi, menanyakan kesibukan dua orang tua ini sehari-hari, menanyakan beberapa foto yang tergantung di dinding rumah mereka. Yach bahasa kerennya, mencoba membangun “chemistry dengan calon pasien”. Dan sukses! Tak butuh waktu lama untuk mencairkan suasana, bahkan segelas teh hangat serta lempeng beras  dalam toples bekas agar-agar segera tersaji di depanku. Setelah kurasa suasananya tepat baru kejalankan misi utamaku.



Kantor Pelaksana PKH Pusat

Gedung D Kementerian Sosial RI

Jl. Salemba Raya No.28, Jakarta Pusat

+6221 3103591 (ex.2446)

Fax : +6221-3147474, 3925153

E-mail : pusat@pkh.kemsos.go.id